Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

The Last Lecture – Randy Pausch Book Review

By Rishabh Diwakar “An injured lion still wants to roar” If you know that you have a very short time of good health, how would you like to spend your time? You want to fulfill your dreams, spend quality time with your family or do what you are best at. Very similar is the case of Randy Pausch, a computer science professor at Carnegie Mellon, who has been diagnosed with terminal cancer. He was asked to give a lecture and he couldn’t imagine it to be his last one. Randy said “We cannot change the cards we are dealt, just how we play the hand”. He finally gave the lecture “Really Achieving your Childhood Dreams” which was about adventures, lessons, overcoming hurdles in life, doing things that make us happy, enabling the dreams of others, seizing every moment(because “time is all you have…and you may find one day that you have less than you think you do”). In short, it was about living your life. He managed to motivate his audience even with his failures and adventures. He demonstrated t…

You are What You Let Come Inside You, Shaping You

You are what you eat. You are what you read. You are what you watch. You are what you hear. You are what you learn, dan mungkin masih banyak 'you are what you' yang lainnya. Kamu adalah apa yangkamu konsumsi, apa yang kamu biarkan masuk ke dalam dirimu, dan akhirnya membentuk dirimu sekarang.

Gaya bahasa, gaya tulisan, cara bicara, cara bermimpi, cara berjalan, cara berpikir, makanan favorit, minuman kesukaan, semuanya. Kualitas dirimu, hanya dirimu yang bisa mencari dan memberinya bentuk. Ingin seperti apa? Segitiga kah? Persegi kah? Lingkaran kah? Bebas.. Ingin setinggi apakah impianmu? Untuk peran yang manakah keberadaanmu saat ini? Yang bisa menjawab hanya dirimu untuk pertanyaanmu, diriku untuk pertanyaanku.

Karena masih banyak (dan akan selau banyak) alasan yang bisa terlontar untuk menghindari (katakanlah) deadline, atau sekedar permintaan seorang teman untuk bersama memulai mencipta keajaiban, mencipta inspirasi. Masih harus banyak menggali ilmu, mengekstrak gaya bahas…

Apa yang Telah Kita Minta?

Jadi ceritanya pada suatu masa, ada seseorang yang begitu rajin beribadah dan berdoa, tapi di satu sisi dia pun harus bekerja untuk menghidup dirinya sendiri. Dia merasa pekerjaannya itu mengurangi waktunya bersama Tuhannya, lalu dia pun berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhan, hamba sangat mencintai-Mu dan ingin selalu beribadah kepada-Mu, tapi hamba merasa waktu hamba untuk beribadah berkurang karena keharusan hamba untuk bekerja. Andai saja hamba punya waktu untuk beribadah kepada-Mu saja, dan asalkan mendapat makanan untuk 3x makan sehari, hamba merasa itu semua sudah cukup."
Kemudian bebrapa hari setelahnya, orang itu difitnah oleh temannya, dan dijebloskanlah ia ke penjara. Setiap hari tidak ada yang bisa dia kerjakan, lalu dia diberi makan oleh petugas penjara 3x sehari. Lalu orang itu pun berdoa, "Ya Tuhan, apa salahku sampai aku bisa dipenjara begini? Kenapa tega sekali dia memfitnahku seperti ini..."
Di saat itu, ia sepertinya tidak sadar bahwa Tuhan ternyata …

Napak Tilas Waktu

Baru 2 bulan lalu, mata ini memandang langit dan daratan Jakarta di sore hari, menginjak Nusantara tercinta

Baru 1 tahun lalu, diri ini sibuk mengangkut barang-barang dari asrama menuju kosan yang nyempil di kerajaan Perwira Gang Masjid sana

Baru 2 tahun lalu, sempat bertengkar dengan Mama, cuma gara-gara masalah anaknya ini yang ga mau diantar ke asrama dengan mobil kampus, inginnya mencoba mandiri, tapi salah metode penyampaiannya

Baru 3 tahun lalu, masih mondar-mandir memikirkan konsep acara organisasi, sambil latihan keyboard dan piano supaya tidak kalah skill dengan murid

Baru 4 tahun lalu, merasakan manisnya gaji pertama kerja keras bolak-balik ke sana ke mari, menyusun kurikulum, diskusi, training, persiapan promosi, segala macam hal

Baru 5 tahun lalu, masih pakai notes doraemon, nulis-nulis dan mencatat keperluan MOS, sampai salah bawa tugas yang sangat fatal; perintahnya disuruh bawa sandal bakiak, yang dibawa bakiak buat 17an

Baru 6 tahun lalu, pertama kali kabur dari pelaja…

Keluarga #1

Gambar
Keluarga. Tempat kembali sementara semua jiwa yang masih hidup. Tempat di mana semua berawal dari nol. Tempat kenyamanan dan kehangatan dapat ditemukan....

Jadi ceritanya, mau nyeritain tentang semua keluarga yang dipunya sampai saat ini. Merasa bahagia dan beruntung karena berkat merekalah, jadilah gua yang sekarang ini. Siapa aja 'mereka' itu? Cekidot.......

Keluarga Kecil



Hayo tebak dari kiri ke kanan siapa aja itu :3

Journey Beyond the Lands #2: Simfoni Angklung Nomor 27

Pada suatu masa, hiduplah seorang pemecah batu gunung. Mencari penghidupan dari memecah batu di gunung dekat rumahnya, setiap hari, dari pagi sampai petang. Suatu hari ketika dia sedang bekerja, lewatlah iring-iringan rombongan kerajaan. Di dalam hatinya dia sangat iri karena sang raja memiliki hidup yang begitu enak dan santai. Akhirnya dia berdoa supaya dia bisa menjadi raja. Lalu, seketika itu pula Tuhan mengabulkan doanya dan jadilah dia sang raja.      Ketika dia menjadi raja, benar bahwa hidupnya serba enak. Ditandu kemana-mana, dilayani segalanya, tiada kurang apapun. Namun ketika dia sedang dalam perjalanan ke suatu daerah, matahari sedang bersinar terik saat itu. Sang raja murka dan mengumpat matahari, lalu dia berdoa supaya dia bisa menjadi matahari. Tuhan kembali mengabulkan doa sang raja, dan jadilah dia matahari yang menyinari bumi.      Ketika dia menjadi matahari, dia sinari semua yang ada di bumi dengan amat kuat.  Hampir tidak ada tempat yang tidak terkena sinar…

Tami Merpati, Menguji Cinta

Merpati termasuk burung yang hebat karena ia dapat menemukan jalan pulang meskipun jaraknya ribuan kilometer.Oleh karena itu, merpati pos sering digunakan untuk mengirim surat.

Tami adalah seekor burung dara yang cantik nan rupawan.Berpuluh merpati jantan telah mencoba peruntungan untuk mempersuntingnya.Namun sayang, tak satu pun jua yang berkenan di hati sang dara.Sampai akhirnya Tami berjumpa dengan seekor perjaka merpati tampan yang anehnya justru seolah tak mengindahkan kehadiran sang dara yang rupawan. Tami terbakar oleh rasa penasaran, ingin sekali ia mengajak si tampan berkenalan.Amboi, ketika Tami mengulurkan kesempatan, si Jaka malahtertunduk tak bersuara, hanya merah meronai semburat wajahnya.Dengan gigih, Tami akhirnya meminang paksa.Entah apa sebenarnya yang ada di lubuk hati sang Jaka, tapi toh ia menerimanya.

Journey Beyond the Lands #1: To Infinity, and Beyond!!

Gambar
Tanggal 27 Maret 2013, entah itu jadi hari yang paling ditunggu atau sebaliknya. Tapi yang pasti, di situlah titik balik hidup gua: memulai dari titik nol.  'Membuang diri' ke negeri orang, saat sudah merasa sangat nyaman dengan kondisi, lingkungan, dan suasana di negeri sendiri.  Dengan bekal bahasa Inggris pas-pasan dan bahasa Jepang yang masih sangat basic,cabutlah ke negeri Sakura, tempat yang memiliki kenangan tersendiri.  
Jauh sebelum tanggal itu, dapat kabar bahwa positif lolos itu sekitar awal Januari, inget banget waktu itu lagi ngajar Ekonomi Umum di salah satu bimbel di daerah kampus, terus dapet sms dari papa (aw aw) buat ke Ditmawa untuk ngambil sesuatu. Teteret tereet, ternyata pengumuman bahwa telah resmi diterima sebagai mahasiswa baru di Jurusan International Bio-Business, Tokyo University of Agriculture. #sujudsyukur Langsung ada perasaan 'nyeesss' yang merasuk dalam sanubari #lebay. Jadi........ jadi nih, ninggalin semua yang udah dibangun, yang ud…

What Didn't Kill You, Will Makes You Stronger

Gambar
Jadi kemarin lusa, 24 Mei 2013, diajak sama senpai dari Nodai buat dateng ke acara PPI Jepang di Todai. Acaranya nonton film "The Act of Killing". Inih foto posternya.





 Awalnya sama sekali gatau ini film apa, cuma begitu diwanti-wanti bahwa ini adalah film tentang pemberantasan PKI, dan mesti ditonton dengan pikiran terbuka, well my curious sense was tingled. Jadi yaudah tanggal 25 kemarin cabut ke Todai.
Berangkat ke Todai sama kak Kiki (senpai yang baru Maret kemarin wisuda S1 dan sekarang lagi jadi research student di Nodai), dan selama di perjalanan berangkat buaanyak banget diceritain kisah-kisah perjuangan 'membangun' kembali PPI Jepang setelah sempat mati suri. Mulai dari nyari sponsorship perusahaan-perusahaan Jepang, ngedatengin orang-orang Indonesia yang ada di seluruh penjuru Jepang, sampe dimarahin pak Dubes gara-gara ini dan itu. Seru! Jadi inget masa-masa riweuh dulu :P



Ibu Gala Serigala Jago Matematika

Titip Absen

Akhirnya internet telah datang di laptop tercintah (yang umurnya sebentar lagi)!! Maka blog ini pun akan segera dicurahkan cinta (?) Sebagai pemanasan, sebelum laptopnya diinstal ulang karena mulai ngadat, mau ngeluarin tulisan yang udah jadul banget, ditulis waktu masih TPB dan masih bergejolak darah mudanya (?) Check this out~

Mongki Baba yang Cerdik

Gajah adalah hewan darat terbesar dan terberat. Belalainya digunakan untuk minum, memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dan kadang digunakan untuk mengangkut barang-barang bawaan yang diperintahkan oleh pawangnya.

What Happens When You Live Abroad

Sebuah....essay (mungkin) tentang 'apa yang terjadi' ketika seseorang menetap di luar negeri dalam jangka waktu tahunan. Cukup panjang dan menggunakan bahasa Inggris yang membutuhkan daya cerna lebih tinggi, tapi jika bisa menangkap maknanya, bukan tidak mungkin kamu akan menangis (as I did). Enjoy, readers :)

What Happens When You Live Abroad By CHELSEA FAGAN
A very dependable feature of people who live abroad is finding them huddled together in bars and restaurants, talking not just about their homelands, but about the experience of leaving. And strangely enough, these groups of ex-pats aren’t necessarily all from the same home countries, often the mere experience of trading lands and cultures is enough to link them together and build the foundations of a friendship. I knew a decent amount of ex pats — of varying lengths of stay — back in America, and it’s reassuring to see that here in Europe, the “foreigner” bars are just as prevalent and filled with the same warm, nostalg…

Cincona, Apa Tujuan Hidupmu?

Berang-berang adalah hewan yang terkenal ulet.Pohon-pohon dipotong dengan menggunakan giginya untuk membendung sungai dan membuat rumahnya di tengah aliran sungai yang terbendung itu.

Alkisah, di tepian sebuah danau yang dikelilingi oleh hutan pinus, hiduplah seekor berang-berang bernama Cincona.Ia hidup sebatang kara semenjak kedua orangtuanya tewas diterkam seekor beruang grizzly.Cinchona ketika itu masih berusia tiga bulan, usia remaja bagi seekor berang-berang. Semenjak peristiwa tragis itu, Cincona tidak pernah meninggalkan “benteng” sarangnya.Sebagaimana keluarga berang-berang lainnya, keluarga Cincona juga membangun benteng dari patahan-patahan batang pinus, gelondongan pohon willow, dan beberapa ranting pohon ek.Sesekali saat dirinya masih kecil, Cincona ikut membantu Pak Matuseh, demikian nama ayahnya.Mereka berdua mencari cabang pohon mapel yang masih berdaun, untuk digunakan menambal bagian bendungan benteng yang bocor. Pak Matuseh selalu mengajarkan etos kerja yang berded…

Telur dan Ayam Profesor Mari Musang