Senandung Malam



Ketika malam menabuhkan kedatangannya
Mentari malu dan berbalik sembunyi
Melambaikan mega di ufuk barat, melepas hangatnya senja
Menyambut gelap menyelimuti langit
Dingin

Simfoni alam mengalun sendu, syahdu, riang
Di ujung sawah samping gubuk, mereka bernyanyi
Bernyanyi nyanyian alam, menyayat hati, menebas lara, mengusir hening
Mengantar insan ke peraduan, melepas penat, mengurai lelah
Damai

Dalam diamnya malam, ada yang berdiri, ada yang bersimpuh terduduk
Tengadahkan tangan, teteskan bulir air rindu
Terisak di heningnya gelap, tersungkur bersujud
Di kediaman Tuhan hanya beberapa kata yang terpanjatkan
Doa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yayasan Al-Kahfi: Sebuah Testimoni

23: A Self Reflection (of The Insecure One)

道元を食いすぎた俺