Cling, Si Kunang-kunang Riang



Kunang-kunang sebenarnya sejenis kumbang yang menghasilkancahaya hijau kekuningan melalui reaksi kimia di dalam tubuh mereka.  Kunang-kunang, yang memancarkan sinar untuksaling mengenali atau untuk member tanda kawin, menggunakan panjang gelombangsinar yang berbeda, bergantung pada spesiesnya.


Cling adalah seekor kunang-kunangkecil yang riang.  Setiap malam ia selaluterbang ke sana kemari dan menari-nari. Sering pula ia bertanya-tanya, untuk apakah sebenarnya kantong fosfor dibawah perutnya itu? Karena dengan kantong itu, ia bak sebuah lampu kecil yanggemerlap, berkerlap-kerlip kian kemari. Ia senang tapi juga sekaligus tidak mengerti, untuk apa semua ini?
Suatu hari, ibunya tergelitik untukmenasihati. “Cahaya itu untuk menerangi, Nak,” demikian ujarnya.
“Namun, menerangi apa dan siapa,Bunda?” Tanya Cling dengan heran.
“Bukankah kita dapat terbang bahkantanpa cahaya sama sekali, Bunda?” tambahnya dengan cepat.
“Benar, tetapi banyak makhluk diluar sana yang membutuhkan cahaya sebagai panduan dalam hidupnya,” denganlembut ibunya menjelaskan.
“Tanpa cahaya, mereka akantersandung, terjatuh, dan dapat saja terjerembab ke jurang kenistaan, Nak.”Demikian bunda menekankan.
“Selama ini pun tak ada makhluklain yang datang untuk minta dipandu, bukan?” Cling merasa masih belummendapatkan jawaban.
“Itu benar, Nak.  Namun, jika dalam gelap kita baru minta untukdipandu, tentulah kita akan terjerembab. Untuk itulah ‘kunang-kunang’ hadir, memandu banyak hati agar tidak terjerembabuntuk kali pertama.”

Hikmah: TERKADANG kita tidakmenyadari apa peran kita bagi orang lain, tetapi apabila menjalani hidup apaadanya bukan tak mungkin jika sesungguhnya banyak orang yang tertolong olehkarenanya.

Komentar

  1. Ini toh yang update? Masuk draft dulu sebelumnya ya? Ceritanya bagus denz :D Ooh aku tahu, project mu itu mau buat cerita anak2 ya? :O

    BalasHapus
  2. Yoihh hahah iya soalnya udah diketik di pc rumah, sayang kalo ga dipake hehe makasih :D Bukaaan ahahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yayasan Al-Kahfi: Sebuah Testimoni

23: A Self Reflection (of The Insecure One)

道元を食いすぎた俺